Kamis, 10 Juni 2021

Senin, 03 Mei 2021

Sabtu, 24 April 2021

Kamis, 05 Maret 2020

Cegah Penyakit dengan Peregangan

Hai teman-teman! Bagaimana kabarmu hari ini? Apa kamu sering merasa pegal dan cepat capek saat menjalani aktivitas?

Jika kamu mengalami hal itu, maka kamu dapat mulai melakukan peregangan rutin setiap hari agar postur tubuh dapat kembali normal. Peregangan juga perlu kamu lakukan ketika akan melakukan olahraga berat. Banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dalam melakukan peregangan di antara aktivitas sehari-hari. 

Hasil gambar untuk peregangan


Beberapa Manfaat Peregangan Bagi Tubuh

Peregangan ternyata dapat membantu banyak hal pada tubuh. Hal tersebut bisa didapatkan jika melakukan peregangan secara rutin. Nah, apa saja ya manfaat dari peregangan? Baca ini!
  1. Menghindari Cedera
    Salah satu manfaat melakukan peregangan adalah untuk menghindari terjadinya cedera. Hal ini dikarenakan peregangan dapat meningkatkan vitalitas yang membuat tubuh menjadi mudah dengan gerakan yang tiba-tiba. Peregangan dapat membantu terhindar dari cedera saat berolahraga.
  1. Dapat Memperbaiki Metabolisme Tubuh
    Melakukan peregangan tubuh secara rutin dapat membantu melancarkan peredaran darah. Hal ini tentu saja dapat membantu meningkatkan sistem metabolisme pada tubuh.
  1. Dapat Membantu Memperbaiki Postur Tubuh
    Posisi duduk yang membungkuk terlalu lama serta berjalan yang tidak tegak membuat postur anda berubah dan tidak seperti seharusnya. Melakukan peregangan ternyata dapat mengembalikan posisi tubuh menjadi seperti semula. Peregangan dapat mengembalikan posisi tulang ekor ke posisi awal serta punggung menjadi tegak.
  1. Dapat Membantu Mengurangi Stress
    Ternyata melakukan peregangan dapat mengurangi stress lho. Hal ini karena peregangan dapat membantu meredakan ketegangan mental dan fisik. Dengan melakukan peregangan, otot-otot pada tubuh anda yang tegang akan menjadi rileks, hal ini tentu saja membantu untuk mengurangi stress. Tapi, jangan melakukan peregangan yang terlalu berlebihan karena dapat membuat kesakitan.

Pernahkah kamu terpikirkan untuk stretching di kampus? Kesibukan yang menyita waktu serta harus duduk selama berjam-jam dalam jangka waktu panjang akan membawa pengaruh buruk untuk tubuh.
Supaya kesehatan kamu tidak terganggu, luangkan waktu untuk mempraktekan tips berikut ini.


Tips Peregangan

  • Perbaiki posisi duduk
Posisi duduk sempurna dapat kamu peroleh dengan memosisikan kaki berpijak sejajar. Jika kamu memakai sepatu hak tinggi, lepaskan selama berada duduk di meja agar tumit sejajar di atas lantai dan lutut yang harus lebih rendah dari punggul. Jadikan tulang duduk sebagai tumpuan. Kemudian, dengan mengangkat bokong dengan tangan, akan lebih mudah bagi Anda mendapatkan posisi paling bawah dari tulang panggul.

  • Naik-turun tangga
Masih punya waktu tersisa setelah makan? Bawa tubuh kamu lebih aktif selama istirahat berlangsung. Contohnya dengan naik-turun tangga alih-alih memakai lift dan berkeliling. Namun, kalau cuaca sedang mendung atau hujan, manfaatkan waktu tersebut dengan power nap selama 10-15 menit. Tidur siang singkat yang berkualitas akan membuat kamu lebih jernih dalam belajar dan tak akan mudah mengantuk sampai jam pulang kuliah.
  • Memanfaatkan waktu untuk olahraga ringan
Jangan jadikan kubikel sempit sebagai halangan untuk meregangkan tubuh Peregangan dapat kamu mulai dari leher. Lenturkan leher ke depan-belakang, kanan-kiri, dan menoleh secara perlahan. Lalu, lanjutkan ke bahu dengan cara memutarnya ke depan dan belakang sepuluh kali. Lantas, untuk pergelangan tangan dan kaki, putar secara bergantian searah dan berlawanan arah jam. Ketiga cara stretching di kampus ini dapat kamu praktikan saat merasa pegal atau butuh penyegaran. Jam makan siang yang terbatas kadang menyulitkan mahasiswa untuk melakukan olahraga ringan seperti stretching. Namun, kamu dapat mengakalinya dengan beberapa hal. Misalnya, alih-alih membeli makan siang di restoran atau kantin, bawa bekal sendiri untuk menghemat waktu. Dengan begitu, Kamu akan punya jatah istirahat lebih panjang untuk berolahraga sebelum kembali bekerja tanpa kelelahan atau mengantuk.

Kamu juga dapat melihat tips versi video disini
Selamat mempraktekan stretching, guys!


sumber: 

Selasa, 26 November 2019

Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi saat Menstruasi







Kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara psikis,sosial, dan fisik, yang berhubungan dengan fungsi, proses, dan sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita untuk bisa bertanggung jawab dalam memelihara dan menjaga organ reproduksi. Khususnya bagi yang mengalami masa menstruasi, tentu penting sekali menjaga kesehatan reproduksi saat menstruasi. Mengingat saat menstruasi, organ intim rentan sekali terpapar oleh bakteri.

Apa Itu Menstruasi?

Menstruasi adalah tanda pubertas yang terjadi pada wanita. Proses menstruasi merupakan proses peluruhan lapisan bagian dalam pada dinding rahim wanita (endometrium) yang mengandung banyak pembuluh darah dan umumnya berlangsung selama 5-7 hari setiap bulannya. Biasanya siklus menstruasi berlangsung hingga usia 50 tahun. Adapun masa pasca berhenti menstruasi dinamakan sebagai menopause.


Banyak hal yang membuat sebagian wanita merasa tidak nyaman selama menstruasi. Keluhan seperti rasa gatal, perih dan keputihan berbau tidak sedap sudah menjadi masalah yang sering dialami para wanita. Bisa jadi, keluhan-keluhan ini muncul karena kebersihan vagina selama haid tidak terjaga.

Penyebab Vagina Gatal dan Keputihan

Meski cukup sering terjadi, vagina gatal dan keputihan saat haid sebaiknya tidak disepelekan. Sebab, kondisi vagina yang lembap selama menstruasi memungkinkan jamur dapat tumbuh secara tidak terkendali, terutama saat menstruasi. Terlebih bila Anda tidak menjaga kebersihan vagina secara rutin. Berikut beberapa penyebab vagina gatal dan keputihan:

  • Jarang mengganti pembalut atau pantyliner. 
          Tidak mengganti pembalut atau pantyliner secara rutin bisa menjadi  penyebab munculnya keluhan pada vagina. Terlalu lama menggunakan pembalut maupun pantyliner yang sama membuat vagina menjadi lebih lembap. Kondisi vagina yang lembap ini merupakan tempat ideal bagi jamur untuk berkembang biak.
  • Perubahan pH vagina
       Bila keluhan-keluhan seperti rasa gatal muncul menjelang siklus haid dimulai, besar kemungkinan penyebabnya adalah perubahan kadar pH di vagina. Sebelum Anda menstruasi, hormon estrogen akan menurun secara drastis. Hal inilah yang membuat keseimbangan bakteri baik di vagina menjadi terganggu dan menyebabkan gatal vagina.
  • Menggunakan celana dalam yang terlalu ketat
       Mengenakan celana dalam yang terlalu ketat dan terbuat dari bahan sintetis juga bisa menyebabkan organ kewanitaan menjadi lembap. Ini dikarenakan celana dalam tersebut dapat menghambat sirkulasi udara di sekitar vagina, sehingga membuatnya mudah lembap. Kelembapan yang berlebih inilah yang akhirnya memicu pertumbuhan jamur di vagina.

Untuk mencegah terjadinya gatal dan keputihan, anda dapat melakukan hal-hal berikut: 
  1. Mengganti pembalut sebanyak 3-5 kali dalam sehari.
  2. Membersihkan organ intim terlebih dulu sebelum mengganti pembalut.
  3. Cuci tangan sampai bersih usai membuang pembalut serta sebelum mengganti pembalut.
  4. Rutin mengganti celana dalam untuk menghindari resiko tidak nyaman di area kewanitaan. Pastikan memakai celana dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat.

Pada beberapa wanita, ada yang merasakan nyeri haid atau kram, yang juga disebut sebagai dismenore. Untuk menekan rasa sakit, cukup dilakukan kompres hangat, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. Apabila nyeri haid yang dirasakan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa diberikan obat anti peradangan yang bersifat non steroid atau berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.
Saat menstruasi, minumlah 1 tablet penambah darah (tablet Fe) selama menstruasi setiap hari dan sekali seminggu ketika tidak menstruasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya anemia akibat kurangnya zat besi (Fe).





Sementara itu, tingkat kalium yang rendah dalam tubuh dapat mengakibatkan siklus haid tidak teratur, timbulnya gangguan menstruasi yang sangat menyakitkan, baik menjelang siklus maupun selama siklus menstruasi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsi sejumlah makanan yang tinggi kalium, seperti ubi jalar,pisang, salmon, kismis, kacang, dan yoghurt. Proses makanan yang dikukus atau dipanggang juga bisa menambah asupan kalium dalam tubuh.



Semoga bermanfaat :)
sumber:
https://www.alodokter.com/9-tips-menjaga-kesehatan-vagina-saat-menstruasi diakses pada 26 November 2019 oukul 20.25

Nama : Coralia Amorolla Dante
No.BP: 1911212014
Mata Kuliah : Komunikasi Kesahatan
Dosen Pengampu : Emy Leonita, S.K.M., M.P.H

Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKM Unand